Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Trump Ancam Bumi Hanguskan Oman

Pratama Karamoy • Jumat, 29 Mei 2026 | 12:54 WIB
MEMBARA: Api membubung tinggi dari sebuah gedung di Tyre, Lebanon bagian selatan, yang diserang Israel kemarin (28/5). (KAWANT HAJU/AFP)
MEMBARA: Api membubung tinggi dari sebuah gedung di Tyre, Lebanon bagian selatan, yang diserang Israel kemarin (28/5). (KAWANT HAJU/AFP)

 

TEHERAN – Sirine tanda bahaya menyala di berbagai sudut Kuwait. Itu terjadi menyusul serangan drone atau pesawat nirawak ke salah satu sekutu Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah tersebut. Belum ada pengumuman resmi, tapi diduga kuat drone tersebut berasal dari Iran. 

Mengutip Al Jazeera kemarin (28/5), Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengakui telah menyerang pangkalan yang digunakan pasukan AS untuk menyerang Selat Hormuz.

Namun, IRGC tak menyebut secara persis pangkalan apa dan berada di negara mana. Senin lalu (25/5), militer AS, dengan klaim membela diri dari ancaman, telah lebih dulu menyerang peluncur rudal di Bandar Abbas di selatan Iran. AS juga menembaki kapal-kapal penyebar ranjau Iran.

Iran juga sudah menegaskan bahwa semua serangan AS bakal dibalas. "Pangkalan udara Amerika yang menjadi sumber serangan tersebut menjadi sasaran pada pukul 4.50 pagi. Ini sebagai peringatan serius kepada Amerika," kata IRGC dalam pernyataan resminya kemarin. Eskalasi itu kian mengancam keberlangsungan gencatan senjata antarkedua negara yang berlangsung sejak 8 April. Apalagi, di meja perundingan di Doha, Qatar, kesepakatan tak kunjung diraih. Di sisi lain, Israel, sekutu AS, juga terus membombardir Lebanon. Presiden AS Donald Trump menegaskan, tak akan mengabulkan salah satu syarat yang diminta Teheran terkait pencairan aset yang dibekukan. Selat Hormuz, lanjut Trump, juga tidak akan pernah berada di bawah kendali Iran.

Dalam rapat kabinet di Gedung Putih, Trump mengatakan, Selat Hormuz merupakan perairan internasional yang akan diawasi langsung oleh Amerika Serikat. "Tidak, selat itu akan terbuka untuk semua orang. Itu perairan internasional. Tidak ada yang akan mengendalikannya," kata Trump seperti dikutip dari Iran International.

Trump juga mengancam Oman, negeri tetangga Iran yang dipisahkan Selat Hormuz, jika mendukung rencana Teheran terkait pengaturan lalu lintas di selat yang dilewati sekitar 20 persen distribusi minyak dan gas dunia tersebut. "Oman harus bersikap seperti negara lain atau kami akan membumihanguskan mereka," katanya.

Baca Juga: Marc Come Back Akhir Pekan Ini

Iran Bersikukuh

Di sisi lain, Teheran menegaskan tidak akan mundur dari persyaratan yang diajukan. Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran Ebrahim Azizi menyatakan, negaranya tetap mempertahankan hak pengayaan uranium, kepemilikan uranium yang diperkaya, kendali atas Selat Hormuz, serta tuntutan pencabutan sanksi. (lyn/ttg)

Editor : Pratama Karamoy
#Headline #oman #Iran #AS