Arkeologi Bali Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Jawa Kalimantan Kesehatan Lifestyle & Hiburan Maluku Nasional Nusa Tenggara Timur Olahraga Papua Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Pemerintah Kejar Pertumbuhan 5,8-6,5 Persen di 2027, Andalkan Investasi dan Konsumsi

Pratama Karamoy • Rabu, 10 Juni 2026 | 17:19 WIB
KEBIJAKAN FISKAL: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberi salam sebelum menyampaikan tanggapan pemerintah pada Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin (9/6). (DHEMAS REVIYANTO / ANTARA FOTO)
KEBIJAKAN FISKAL: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberi salam sebelum menyampaikan tanggapan pemerintah pada Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin (9/6). (DHEMAS REVIYANTO / ANTARA FOTO)

 

JAKARTA – Pemerintah mulai menyiapkan fondasi untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dalam dua tahun ke depan. Pada 2027, ekonomi nasional dipatok tumbuh di kisaran 5,8-6,5 persen sebagai tahap awal menuju sasaran pertumbuhan 8 persen pada 2029.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah mengandalkan percepatan investasi, penguatan daya beli masyarakat, serta sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang lebih erat. Langkah itu dinilai penting agar mesin pertumbuhan ekonomi dapat bergerak lebih kuat di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dibutuhkan untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, berbagai instrumen kebijakan akan diarahkan untuk mempercepat perputaran aktivitas ekonomi dan memperkuat sektor riil.

Baca Juga: BEM Unair Galang Petisi Hentikan MBG, Enam Hari Dapat Dukungan 32 Ribu Tanda Tangan

"Pertumbuhan ekonomi tahun 2027 ditargetkan sebesar 5,8 persen sampai dengan 6,5 persen sebagai transmisi menuju pertumbuhan 8 persen pada tahun 2029," ujarnya di sela Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin (9/6/2026). Rapat tersebut membahas tanggapan pemerintah terhadap pandangan fraksi-fraksi atas Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN tahun anggaran 2027.

Menurut Purbaya, strategi utama pemerintah adalah memperkuat sinkronisasi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan agar mampu menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif. Pemerintah juga akan mempercepat investasi yang berorientasi ekspor dan menghasilkan nilai tambah tinggi, terutama pada sektor-sektor strategis. (mim/dio)

Editor : Pratama Karamoy
#Ekonomi