TOKYO – Jepang kini dapat menjual atau mentransfer peralatan pertahanan, termasuk senjata mematikan, kepada 17 negara yang memiliki perjanjian kerja sama resmi dengan Tokyo. Indonesia menjadi salah satu negara yang tengah dijajaki untuk memperkuat kerja sama pertahanan, termasuk peluang pengadaan alutsista buatan Jepang.
Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi mengatakan pelonggaran aturan ekspor senjata merupakan bagian dari strategi memperkuat pertahanan di tengah meningkatnya tantangan keamanan di kawasan Indo-Pasifik. "Untuk pertama kalinya dalam sekitar 50 tahun, Jepang kini dapat menjual atau mentransfer peralatan pertahanan dan senjata mematikan ke 17 negara yang memiliki perjanjian resmi dengan Tokyo," ujar Koizumi dalam wawancara dengan BBC.
Menurut dia, Jepang tidak hanya memperkuat kemampuan militernya sendiri, tetapi juga memperluas jaringan kerja sama pertahanan dengan negara-negara mitra. Koizumi mengungkapkan Australia telah memilih kapal perang buatan Jepang. Sementara itu, Filipina sedang membahas rencana pengadaan kapal perusak bekas milik Pasukan Bela Diri Maritim Jepang.
Baca Juga: Dewan Soroti Banyak Gerai KDKMP Tak Strategis
Ia menambahkan, Indonesia juga menjadi salah satu negara yang sedang melakukan pembicaraan intensif dengan Tokyo terkait kerja sama pertahanan. Selain itu, Selandia Baru disebut telah menyatakan minat untuk mengakuisisi kapal perusak Jepang.
"Kami sedang dalam pembicaraan mendalam dengan Indonesia, dan Selandia Baru juga telah menunjukkan minat untuk mengakuisisi kapal perusak Jepang," katanya. (lyn/gas)
Editor : Pratama Karamoy