SEKITAR setengah jam setelah ditenangkan, Fafa Nur Azila, mendekat lagi ke pusara sang suami Kopda (Anm) Farizal Rhomadhon. Ia duduk dan mencium foto pria yang telah memberinya seorang putri berusia dua tahun itu.
Sebelumnya, Fafa diberi kesempatan pertama untuk menaburkan bunga. Radar Jogja Grup Jawa Pos melansir, tangis sempat tertahan, sebelum kemudian pecah saat tangan lemah perempuan 25 tahun itu menaburkan bunga di liang lahat sang suami yang gugur di Lebanon sebagai bagian dari pasukan perdamaian PBB (UNIFIL) itu. Kesempatan penaburan bunga juga diberikan kepada orang tua dan keluarga..
Keharuan semakin menyeruak saat Shanaya Almahyra Elshanu, putri Farizal dan Fafa yang digendong sang kakek ikut menaburkan bunga. Sang kakek, ayah Farizal, tampak memandu cucunya menaburkan bunga ke liang lahat sang ayah yang bertugas di lingkungan Kodam I Iskandar Muda tersebut. "Almarhum gugur mengemban misi perdamaian. Almarhum mendapat kenaikan pangkat menjadi Kopda Anumerta," kata Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Joko Hadi Susilo.
Baca Juga: Trump Klaim Pilot Selamat, Iran Sebut Operasi AS Gagal
Prajurit Tangguh
Di pemakaman Mayor Infanteri (Anm) Zulmi Aditya Iskandar di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Kota Bandung, Panglima TNI Agus Subiyanto yang bertindak sebagai inspektur upacara menyebut, almarhum salah satu prajurit terbaik yang dimiliki TNI, khususnya di satuan elite Kopassus.
Almarhum meninggal bersamaan dengan Sertu Muhammad Nur Ichwan saat kendaraan dinas yang mereka naiki meledak di Lebanon Selatan. Agus, seperti dilansir Radar Bandung, menilai, sosok personel UNIFIL itu bukan hanya prajurit tangguh, tetapi juga teladan dalam setiap penugasan yang diemban selama berdinas.
"Sepanjang karier militer, almarhum kerap menerima penghargaan dari satuan. Dedikasi dan profesionalisme yang ditunjukkan membuatnya dipercaya menjalankan berbagai tugas penting, termasuk misi internasional," ujar Agus.
Istri almarhum tampak tegar meski tak mampu menahan air mata. Sementara itu, anaknya terlihat larut dalam kesedihan saat mengantar kepergian sang ayah untuk terakhir kalinya.
Penerima Tanda Jasa
Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita memimpin upacara pemakaman militer Serka (Anm) Muhammad Nur Ichwan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Dharmojoyo II, Magelang, Jawa Tengah. Almarhum diketahui bertugas sebagai bintara kesehatan di Kodam IX/Udayana.
Selama pengabdiannya, ia menerima sejumlah tanda jasa, termasuk enam penghargaan resmi. Dua di antaranya adalah United Nations Medal dan Tanda Kehormatan Veteran Perdamaian Republik Indonesia.
Dalam amanatnya, Tandyo menyampaikan penghormatan negara atas pengabdian almarhum. "Saya Wakil Panglima TNI, atas nama negara dan TNI, dengan ini mempersembahkan ke Persada Ibu Pertiwi jiwa raga dan jasa-jasa almarhum Sersan Kepala Anumerta Muhammad Nur Ichwan yang telah meninggal demi kepentingan keluhuran negara dan bangsa," ucapnya, seperti dikutip dari Radar Jogja Grup Jawa Pos.
Prosesi pemakaman berakhir sekitar pukul 09.30, ditandai dengan penyerahan bendera Merah Putih kepada istri almarhum Hana Dita Anjani. Setelah itu, keluarga, veteran, serta warga mendekat ke pusara dan memanjatkan doa. (*/ttg)
Editor : Pratama Karamoy