Serangan Iran di Jordania Tewaskan Dua Tentara AS, Washington Lanjutkan Operasi Militer

Pratama Karamoy • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 16:53 WIB
PUTUS AKSES: Jembatan yang menghubungkan Roudan dan Bandar Abbas di Iran selatan rusak parah akibat serangan AS, Sabtu (18/7). (Foto: AFP)
PUTUS AKSES: Jembatan yang menghubungkan Roudan dan Bandar Abbas di Iran selatan rusak parah akibat serangan AS, Sabtu (18/7). (Foto: AFP)

 

TEHERAN – Dua personel militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan tewas setelah serangan rudal dan drone Iran menghantam posisi pasukan AS di Jordania, Sabtu (18/7) malam. Insiden tersebut menjadi korban jiwa pertama di pihak militer AS akibat serangan langsung Iran sejak Maret lalu dan langsung memicu serangan balasan dari Washington.

Mengutip Al Jazeera, Minggu (19/7), Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan telah melancarkan serangan baru ke sejumlah fasilitas vital milik Iran. Operasi itu disebut sebagai respons atas serangan yang menewaskan dua prajurit AS. "Serangan-serangan ini dirancang untuk lebih melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran komersial di Selat Hormuz," demikian pernyataan CENTCOM.

Satu Orang Hilang

Selain dua korban tewas, satu personel militer AS dilaporkan masih hilang, sementara empat lainnya dievakuasi ke rumah sakit di Yordania untuk menjalani perawatan akibat luka-luka. Hingga kini, otoritas AS belum mengungkap identitas korban maupun perkembangan pencarian personel yang hilang.

Sehari sebelumnya, militer AS sempat mengumumkan penghentian sementara operasi serangan terhadap Iran. Namun, kematian dua tentaranya membuat Washington kembali melancarkan operasi militer ke wilayah Iran.

Baca Juga: MPLS Sekolah Rakyat Digelar Empat Gelombang

Skala Penuh

Di sisi lain, Iran mengancam akan meningkatkan eskalasi konflik apabila serangan AS terus berlanjut. Penasihat militer senior Pemimpin Tertinggi Iran, Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, menyatakan negaranya siap memasuki fase operasi serangan skala penuh jika Washington tetap menggempur Iran. "Jika serangan-serangan AS berlanjut selama dua atau tiga hari lagi, kami akan memasuki fase operasi serangan skala penuh," ujar Rezaei seperti dikutip media pemerintah IRIB.(wan/gas)

Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos
global