JAKARTA – Produk halal Indonesia kian diperhitungkan dunia. Dalam Indikator Ekonomi Islam Global 2025, Indonesia kini bertengger di posisi ketiga setelah Malaysia dan Arab Saudi. Modal itu ingin dimaksimalkan Kementerian Perdagangan untuk mendorong perluasan pasar produk halal, baik di dalam negeri maupun ekspor.
Indonesia bahkan mencatatkan diri sebagai peringkat pertama sektor fesyen halal dunia. Lalu posisi kedua untuk obat dan kosmetik halal serta pariwisata muslim-friendly, posisi keempat makanan dan minuman halal, keenam keuangan syariah, dan ketujuh sektor media.
Capaian tersebut dipaparkan Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri dalam acara Kadin Sharia Economic Outlook 2026 di Jakarta kemarin (29/1).
“Sepanjang 2025, Kemendag telah memfasilitasi 6.066 UMKM melalui tiga fokus utama, yakni penguatan daya saing, perluasan akses pasar, dan penguatan produk lokal,” ujarnya.
Fasilitasi dilakukan lewat dukungan sertifikasi, pendampingan usaha, hingga pameran seperti Jakarta Muslim Fashion Week dan promosi produk dalam negeri. Dari rangkaian kegiatan itu, tercatat potensi transaksi mencapai Rp 170,6 miliar. “Ini menunjukkan pasar domestik sangat potensial menjadi motor ekonomi syariah dan perdagangan produk halal,” katanya.
Baca Juga: IHSG Anjlok Tajam, Perdagangan Sempat Dihentikan 30 Menit
Tak hanya pasar domestik, produk halal juga berperan besar dalam mendongkrak devisa. Pada 2024, nilai ekspor produk halal Indonesia mencapai USD 41,4 miliar. Rinciannya, makanan sebesar USD 33,6 miliar, fesyen USD 6,83 miliar, kosmetik USD 363 juta, dan farmasi USD 612 juta.
Indonesia juga telah memiliki mutual recognition agreement (MRA) yang membuat sertifikat halal RI diakui di banyak negara, mulai Malaysia, Thailand, AS, Tiongkok, India, Brasil, hingga Jepang. Selain itu, kerja sama bilateral halal juga dijalin dengan negara mitra seperti Malaysia, Rusia, Kanada, Uni Emirat Arab, dan Korea Selatan.
“Kemendag akan terus bergandengan tangan dengan seluruh pihak untuk mendampingi pelaku usaha produk halal agar mampu berkembang di pasar nasional maupun global,” pungkasnya. (agf/dio)
Editor : Pratama Karamoy