Anime adaptasi manga Witch Hat Atelier karya Kamome Shirahama resmi mengumumkan produksi musim kedua lewat sebuah teaser trailer bernuansa gelap yang dirilis dalam panel khusus di ajang Anime Expo 2026, Los Angeles, Amerika Serikat, Sabtu (4/7/2026) waktu Jepang, menurut laporan AnimeTV. Trailer bertajuk "Super Teaser PV" tersebut muncul kurang dari dua pekan setelah episode final musim pertama tayang, sebagaimana dicatat oleh Gizmodo.
Crunchyroll, yang menjadi platform streaming resmi untuk kawasan global di luar Asia, mengonfirmasi bahwa produksi musim kedua kini tengah digarap oleh Studio BUG FILMS, dikutip dari CBR. Studio yang sama sebelumnya menangani musim pertama yang tayang perdana pada 6 April 2026 dan langsung menembus sepuluh besar anime paling banyak ditonton di Crunchyroll sepanjang musim semi 2026, menurut catatan ScreenRant.
Trailer terbaru ini menampilkan perubahan tonal yang mencolok dibandingkan musim pertama yang selama ini dikenal dengan nuansa hangat dan menenangkan. Gizmodo melaporkan bahwa sosok Coco, tokoh utama dalam serial ini, muncul mengenakan jubah hitam yang mengalir serta topi bertepi lebar, simbol yang selama ini identik dengan kelompok penyihir pemberontak bernama Brimmed Caps.
Kemunculan simbol tersebut memicu spekulasi bahwa Coco akan semakin dekat dengan kelompok Brimmed Caps pada musim mendatang, sebuah arah cerita yang menurut ScreenRant memang sudah mulai dibangun dalam materi manga aslinya. Perkembangan ini menjadi salah satu sorotan utama dari teaser yang beredar di Anime Expo 2026.
Selain Coco, trailer turut memperlihatkan nasib getir karakter Euini yang pada episode terakhir musim pertama berubah wujud menjadi scalewolf setelah tubuhnya dimanipulasi menggunakan sihir terlarang oleh tokoh bernama Sasaran, sebagaimana diuraikan CBR. Dalam cuplikan tersebut, Euini digambarkan menggeram dan bersiap menyerang, mengisyaratkan bahwa kondisi mentalnya nyaris mustahil untuk dipulihkan sepenuhnya.
CBR menjelaskan bahwa transformasi paksa terhadap Euini sebenarnya merupakan bagian dari rencana tokoh Iguin, yang memerintahkan Sasaran melakukannya demi memaksa Coco menggunakan sihir terlarang untuk membalikkan kutukan tersebut. Situasi ini disebut sebagai ujian baru bagi Coco dalam hubungannya dengan kelompok Brimmed Caps.
Musim pertama sendiri ditutup dengan adegan menegangkan di Serpentback Cave, tempat tokoh Qifrey berjuang mati-matian melindungi para muridnya dari serangan sosok misterius yang muncul dari kedalaman gua kuno Romonon, menurut laporan ComicBook. Trailer musim kedua memperlihatkan kelanjutan langsung dari pertarungan tersebut, dengan Qifrey yang kembali digambarkan bertarung demi keselamatan para apprentice-nya.
Salah satu elemen penting lain yang muncul dalam teaser adalah kembalinya latar Great Hall, sebuah lokasi yang terletak di dasar laut dan berfungsi sebagai pusat komunitas para penyihir, sebagaimana disebutkan CBR. Lokasi ini disebut hanya mendapat sedikit porsi eksplorasi pada musim pertama, namun diperkirakan akan memainkan peran yang jauh lebih besar pada kelanjutan cerita mendatang.
ScreenRant turut melaporkan bahwa musim kedua kemungkinan besar akan menghadirkan pertemuan Coco dengan tokoh baru bernama Beldaruit, yang dijuluki "the Wise of Teachings", sekaligus memperdalam gagasan bergabungnya Coco ke dalam kelompok Brimmed Caps yang sebelumnya hanya disinggung sekilas dalam materi manga.
Dari sisi produksi, proyek musim kedua ini masih akan digarap oleh sutradara Ayumu Watanabe, yang sebelumnya juga menangani judul populer seperti Summer Time Rendering dan Children of the Sea, menurut catatan Anitrendz. Hiroshi Seko, yang dikenal lewat karyanya di Jujutsu Kaisen, turut kembali menjabat sebagai penulis skenario atau series composer untuk kelanjutan cerita ini.
Meski trailer sudah beredar luas, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai jadwal tayang resmi musim kedua. ScreenRant mencatat bahwa munculnya trailer dalam waktu yang relatif singkat setelah pengumuman produksi menjadi indikasi bahwa penggarapan musim baru kemungkinan tidak akan memakan waktu terlalu lama.
Dari sisi materi sumber, manga Witch Hat Atelier telah diserialisasikan di majalah Morning Two milik Kodansha dan telah mencapai belasan volume hingga pertengahan 2026, menurut catatan Anitrendz dan AnimeTV. Karya Kamome Shirahama ini bahkan pernah dinobatkan sebagai Best Manga dalam ajang Harvey Awards ke-37, memperkuat reputasinya sebagai salah satu judul fantasi paling dihormati dalam beberapa tahun terakhir.
Pengumuman musim kedua ini semakin menegaskan posisi Witch Hat Atelier sebagai salah satu kejutan terbesar dalam industri anime sepanjang 2026, mengingat popularitasnya yang melesat cepat sejak debut penayangan hingga kini bersiap melanjutkan kisah Coco dengan nuansa yang jauh lebih gelap dan penuh risiko.
Editor : ALengkong