Benarkah Asam Lambung Bisa Sebabkan Anemia? Ini Penjelasannya

ALengkong • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 13:44 WIB
Ilustrasi kaitan antara gangguan asam lambung dan risiko anemia — penyerapan zat besi yang terganggu dapat berujung pada kekurangan sel darah merah.
Ilustrasi kaitan antara gangguan asam lambung dan risiko anemia — penyerapan zat besi yang terganggu dapat berujung pada kekurangan sel darah merah.

 JagoSatu.com- Banyak orang belum menyadari bahwa keluhan pada lambung ternyata dapat berkaitan dengan kurangnya sel darah merah dalam tubuh, meski hubungan keduanya bersifat tidak langsung.

Asam lambung yang diproduksi secara alami berfungsi mencerna makanan, membunuh bakteri, serta membantu penyerapan berbagai nutrisi penting, termasuk zat besi dan vitamin B12 yang menjadi komponen utama pembentukan hemoglobin.

Ketika seseorang mengalami penyakit asam lambung kronis, gastritis atrofi atau penipisan dinding lambung, maupun infeksi bakteri Helicobacter pylori, produksi asam lambung dapat menurun drastis sehingga tubuh kesulitan menyerap zat besi dari makanan yang dikonsumsi.

Tanpa penyerapan zat besi yang optimal, tubuh secara perlahan dapat mengalami kekurangan darah atau anemia, karena zat besi merupakan bahan baku utama pembentukan hemoglobin dalam sel darah merah.

Selain faktor penyakit, penggunaan obat penekan asam lambung golongan Proton Pump Inhibitor (PPI) dalam jangka panjang turut disebut dapat memicu kondisi serupa akibat kadar asam yang terlalu rendah dalam waktu lama.

Sebuah studi yang dipublikasikan jurnal Gastroenterology menemukan bahwa orang dengan riwayat penggunaan PPI selama dua tahun atau lebih memiliki risiko diagnosis defisiensi zat besi baru 2,49 kali lebih tinggi dibanding non-pengguna.

Risiko tersebut bahkan meningkat menjadi 4,27 kali lipat pada kelompok yang mengonsumsi dosis lebih dari 1,5 pil per hari selama minimal 10 tahun, menurut studi yang sama, menunjukkan hubungan antara dosis, durasi, dan tingkat risiko defisiensi zat besi.

Untuk mencegah anemia akibat gangguan lambung, konsumsi makanan kaya vitamin C seperti jeruk, stroberi, atau pepaya bersamaan dengan sumber zat besi seperti bayam dan daging tanpa lemak dapat membantu, karena vitamin C mempermudah penyerapan zat besi di saluran cerna.

Bagi yang rutin mengonsumsi obat antasida atau penekan asam lambung, disarankan memberi jarak waktu minimal dua jam sebelum mengonsumsi suplemen zat besi, agar obat lambung tidak mengganggu proses penyerapan suplemen tersebut.

Gejala yang perlu diwaspadai sebagai tanda anemia akibat gangguan lambung meliputi tubuh yang selalu pucat, mata berkunang-kunang, napas pendek, jantung berdebar, dan mudah kelelahan meski hanya beraktivitas ringan.

Jika gejala tersebut muncul bersamaan dengan keluhan asam lambung yang semakin parah, segera berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam untuk mendapatkan evaluasi medis yang tepat, karena penanganan dini dapat mencegah anemia bertambah parah.

Editor : ALengkong
Kesehatan Lambung Zat Besi anemia tips kesehatan