Kamera Analog Kembali Diburu Gen Z, Bukan Sekadar Nostalgia Tapi Cara Baru Berekspresi

ALengkong • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 17:51 WIB
Ilustrasi tren fotografi analog yang kembali digemari Generasi Z.
Ilustrasi tren fotografi analog yang kembali digemari Generasi Z.

JAGOSATU.COM– Di tengah dominasi kamera digital dan ponsel pintar yang serba cepat, fotografi analog justru kembali mencuri perhatian anak muda, khususnya Generasi Z, dengan kamera-kamera lawas yang sempat dianggap usang kini kembali diburu karena menawarkan sensasi memotret yang berbeda dari kebiasaan sehari-hari.

Meningkatnya minat Gen Z terhadap kamera analog tidak terjadi begitu saja, melainkan didorong oleh sejumlah faktor mulai dari rasa penasaran hingga pengaruh media sosial yang semakin masif menampilkan estetika foto film.

Generasi Z yang lahir di era digital melihat kamera analog sebagai sesuatu yang justru terasa baru bagi mereka, berbeda dengan generasi sebelumnya yang sempat mengalami langsung era kejayaan kamera film pada masanya.

Fenomena ini terlihat langsung di lapangan, di mana kamera-kamera compact lawas dari berbagai merek kini banyak dijajakan di lapak penjual kamera bekas seperti Pasar Loak Jatinegara di Jakarta Timur.

Ketertarikan generasi muda terhadap fotografi analog banyak bermula dari media sosial, khususnya usai sering melihat hasil foto film dengan karakter grain khas dan tone warna hangat di platform seperti Instagram dan TikTok.

Pengalaman menggunakan kamera analog dinilai jauh berbeda dibandingkan memotret dengan ponsel, di mana kamera analog memaksa penggunanya untuk berpikir lebih dulu sebelum menekan tombol shutter.

Perubahan ritme kehidupan generasi muda yang hidup di tengah dunia digital yang serba cepat turut menjadi salah satu faktor pendorong di balik menguatnya tren ini.

Secara proses, kamera analog memang menuntut waktu lebih panjang dibandingkan kamera digital, mulai dari menentukan momen yang ingin diabadikan, memperhitungkan sisa frame dalam satu roll film, hingga menunggu hasil cetak.

Proses yang lebih lambat tersebut kerap dianggap membuat pengalaman memotret menjadi lebih bermakna, karena menuntut kesadaran, kesabaran, dan keterlibatan yang lebih besar dari penggunanya dibandingkan kamera digital.

Selain kamera analog konvensional, tren fotografi vintage di kalangan Gen Z turut merambah ke penggunaan digicam atau kamera digital compact bergaya retro yang menghasilkan efek blur dan flash berlebihan.

Tren kamera vintage ini berkembang seiring keinginan generasi muda untuk menciptakan kenangan yang lebih berkarakter dan personal, berbeda dari hasil foto ponsel yang dinilai terlalu seragam dan instan.

Daya tarik tren ini tidak hanya terletak pada hasil foto akhir, tetapi juga pada seluruh proses pengalamannya, mulai dari pemilihan kamera hingga penantian hasil cuci cetak film yang menjadi bagian dari kesenangan tersendiri.

Dengan semakin mudahnya akses terhadap kamera analog, disposable camera, hingga aksesori pendukung fotografi retro di platform digital, tren ini diperkirakan akan terus berkembang di kalangan anak muda Indonesia dalam waktu mendatang.

Editor : ALengkong
Fotografi Analog Kamera Film Tren Gaya Hidup generasi z