JagoSatu.com- Penggunaan media sosial di seluruh dunia kini mencapai 5,79 miliar orang atau hampir 70 persen populasi global, menurut data terbaru DemandSage per April 2026, dengan Facebook tetap menjadi platform terbesar dengan lebih dari 3 miliar pengguna aktif bulanan.
Meski menawarkan banyak manfaat seperti menyambungkan hubungan keluarga dan teman, memudahkan interaksi dengan bisnis, hingga menjadi sarana belajar keterampilan baru lewat platform seperti YouTube, media sosial juga membawa sejumlah dampak negatif jika digunakan berlebihan.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa terlalu banyak menghabiskan waktu di platform tersebut dapat meningkatkan risiko stres, kesepian, isolasi sosial, dan depresi.
Claude Mellins, profesor psikologi medis di Departemen Psikiatri dan Ilmu Sosiomedis, menyebut media sosial dapat menjadi wadah perundungan dan pengucilan, memicu ekspektasi tidak realistis soal citra tubuh dan sumber kepopuleran, menormalisasi perilaku berisiko, serta berpotensi merugikan kesehatan mental.
Berikut sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk memaksimalkan manfaat media sosial sambil meminimalkan dampak buruknya:
- Pertama, sesuaikan linimasa dengan berhenti mengikuti, memblokir, atau menghapus akun maupun pihak yang menyebarkan konten negatif atau menakut-nakuti, serta membatasi siapa saja yang dapat melihat dan mengomentari unggahan pribadi.
- Kedua, ambil kendali penuh atas waktu penggunaan dengan menghindari kebiasaan langsung memeriksa notifikasi begitu bangun tidur, dan menggantinya dengan aktivitas bebas layar seperti menulis jurnal, meditasi, atau melatih rasa syukur di pagi hari.
- Ketiga, matikan notifikasi secara berkala sepanjang hari untuk memberi ruang fokus tanpa gangguan, mengingat aplikasi media sosial memang dirancang untuk terus menarik perhatian pengguna demi menghasilkan pendapatan iklan.
- Keempat, bersikap kritis terhadap apa yang terlihat di media sosial, dengan menyadari bahwa sebagian besar unggahan dan reels yang beredar hanyalah momen terbaik yang sengaja dipilih seseorang, bukan gambaran keseharian mereka yang sesungguhnya.
- Kelima, lakukan detoks digital dengan meluangkan waktu sepenuhnya hadir di dunia nyata, misalnya menyisihkan satu menit untuk memperhatikan sekitar tanpa gawai, dan secara bertahap menggantikan waktu bermedia sosial dengan aktivitas lain seperti membaca, berolahraga, atau menekuni hobi lama.
Dengan menerapkan kelima langkah tersebut secara konsisten, pengguna media sosial diharapkan dapat tetap menikmati manfaat konektivitas digital tanpa harus mengorbankan kesehatan mental dan kualitas hidup di dunia nyata.
Editor : ALengkong