Investor Lokal Borong Saham Pelat Merah, Total Net Buy Rp 758 M

Pratama Karamoy • Dipublikasikan Rabu, 4 Februari 2026 | 11:17 WIB
Jeffrey Hendrik Menjabat Pjs Dirut BEI
Jeffrey Hendrik Menjabat Pjs Dirut BEI

JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menunjuk Jeffrey Hendrik sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama. Penunjukan tersebut ditetapkan melalui rapat direksi (radir) yang digelar Jumat (30/1) lalu, menyusul pengunduran diri Direktur Utama BEI sebelumnya, Iman Rachman. 

Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko BEI Sumbandar mengatakan, penunjukan Jeffrey dilakukan untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan di tengah proses administrasi pengunduran diri Dirut sebelumnya yang masih berjalan. “Sementara penunjukan Jeffrey Hendrik. Keputusan sudah kata Sumbandar di Jakarta, kemarin (3/2).

 

Menurut Sumbandar, pengunduran diri Iman Rachman masih harus melalui tahapan internal. Setelah proses tersebut rampung, pengurusannya secara resmi akan diumumkan.

“Pengunduran diri akan diproses. Nanti setelah proses administrasi selesai, baru pengalihan kepemimpinan diumumkan,” jelasnya.

Sumbandar menambahkan, penetapan Jeffrey Hendrik sebagai Pjs Dirut BEI telah berlaku efektif sejak Jumat (30/1). Jeffrey memimpin hingga Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BEI yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026. “Pergantiannya nanti di RUPST,” imbuh Sumbandar.

 

Baca Juga: PPATK Temukan Nilai Tambang Emas Ilegal Capai Rp 992 Triliun

 

Sementara itu, pengamat pasar modal Hans Kwee menilai penunjukan Pjs Dirut BEI tersebut sebagai langkah yang tepat. Sebab, BEI membutuhkan figur pemimpin untuk memastikan koordinasi berjalan optimal di tengah berbagai tantangan pasar.

Hans memprediksi, kehadiran Pjs Dirut tidak akan menimbulkan gejolak besar terhadap pasar saham. Justru, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak stabil secara bertahap. “IHSG akan pulih perlahan,” katanya.

 

Pada perdagangan Selasa (3/2), IHSG dibuka melemah di level 7.888,77 atau turun 0,43 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Namun, seiring berjalannya waktu, IHSG berhasil rebound hingga ditutup menguat 2,52 persen ke level 8.122,60.

Kenaikan ini dipicu aksi pembelian investor lokal senilai total Rp 758,5 miliar. Saham-saham yang paling banyak diborong adalah perusahaan-perusahaan pelat merah. Bank Mandiri (BMRI) mencatatkan net buy Rp 273,3 miliar, disusul Antam (ANTM) Rp 198,9 miliar, BBRI (Bank Rakyat Indonesia) Rp 181,5 miliar, dan TLKM (PT Telkom Indonesia) Rp 130,5 miliar. Sementara itu, saham perbankan swasta juga ikut menguat. BBCA (Bank Central Asia) mencatat net buy Rp 256,5 miliar.

Hans menjelaskan, pelemahan IHSG lebih disebabkan oleh aksi profit taking, terutama pada saham-saham yang tertekan oleh kebijakan MSCI serta masih adanya proses integrasi yang dilakukan OJK dan Self Regulatory Organization (SRO).

“Saham-saham yang fundamental bagus justru banyak yang diborong,” jelasnya.

Pelaku pasar juga mencermati perkembangan global, khususnya sikap Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) yang mendorong penguatan dolar AS dan menekan pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. “Sentimen global masih kurang kondusif, namun valuasi saham kita masih menarik,” tambahnya.

 

Penyidik Cari Bukti Baru

Polri mendalami dugaan permainan IPO dengan melakukan penggeledahan di kantor sekuritas Shinta Securities di Jakarta, kemarin (3/2).

Ade Safri mengatakan, ada dua pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut, yakni MBP (mantan pegawai BEI) dan (D) Direktur PT MMI. Menurut dia, penyampaian fakta material palsu sehingga merugikan investor untuk ikut membeli saham perusahaan tersebut.

Polisi lantas menetapkan tersangka baru, yakni BH, DA, dan RE. “Penyidik menemukan fakta bahwa sebenarnya PT MMI dengan kode saham PIPA tidak layak melantai di bursa karena tidak memenuhi persyaratan,” jelasnya. Ade Safri mengungkapkan, akibat aksi manipulasi itu, PT MMI mampu meraih dana sebesar Rp 97 miliar dari investor.(mim/idr/oni)

Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Jawa Pos Koran
BEI Investor Nasional